Ketika datang kebutuhan untuk menjual rumah, apa yang terlintas dipikiran kita pertama kali adalah jual properti online saja. Sepertinya mudah, namun perlu Anda ketahui bahwa sekarang sudah ada jutaan orang yang berjualan properti online.

Industri properti tidak dapat mengelak dari perubahan zaman dan teknologi, alias harus melakukan transformasi digital. Pemasaran digital merupakan bagian dari transformasi digital yang tidak terpisahkan.

Dalam rangka menjual properti, sebaiknya Anda dapat memahami kondisi yang ada di saluran online agar dapat efektif dalam pemasaran properti via online.

Cara Jual Properti Online

Jualan properti tidak sama dengan jualan produk makanan, pakaian, elektronik dan retail lainnya. Perbedaan ini dapat kita lihat pada situs-situs listing properti yang ada/

Pada awalnya, listring properti di situs listing tersebut mendapat banyak sambutan. Kemudian semakin banyak agen properti yang bermunculan dan pangsa pasar menjadi semakin terbagi.

Jalan keluar untuk masalah tersebut adalah dengan melakukan pemasaran digital menggunakan website Anda sendiri. Singkatnya, bikin website, pasang iklan di Google dan sosmed, jalankan content marketing.

Buatlah Website

Untuk menjual properti secara online, Anda harus memiliki website, minimal sebuah website landing page untuk halaman penjualan properti Anda. Website landing page ini dapat memuat sekitar 5  – 10 listing properti.

Kenapa bukan di marketplace properti? 

Seperti yang kami jelaskan di atas, sudah terlalu banyak yang hadi di marketplace property atau situs listing properti dan semua tampil homogen. Dengan sebuah website, Anda dapat mengatur sendiri tampilan design dan mengusahakan visibilitas website di hasil pencarian google.

Dengan menggunakan website sendiri Anda dapat mengetahui kinerja digital marketing yang Anda lakukan dalam rangka menjual properti secara online.

Website Anda harus dapat menyaingi situs-situs listing properti dalam hal kecepatan, SEO, design, dan navigasi. Dengan cara ini, website Anda akan dapat lebih sering muncul di hasil pencarian Google. Ingat, website Anda masih baru dan ini berarti perlu upaya lebih yang tidak hanya sampai membuat website saja.

Pasang Iklan Properti

Di Google, Youtube, Facebook, dan Instagram. Website jualan properti Anda harus terlihat di banyak saluran online.

Periklanan digital hanya akan membebankan Anda sesuai pemakaian saja. Artinya, Anda hanya membayar per klik ke website Anda, atau per jangkauan 1000 pemirsa.

Cara ini juga dapat meningkatkan kinerja SEO website properti Anda, sehingga setiap ada listing properti baru, maka tidak terlalu sulit muncul di hasil pencarian google pada posisi yang baik.

Anggaran iklan sebaiknya Anda mulai dari Rp. 1 juta per channel, misal untuk Google Rp. 1 juta per bulan, IG dan FB juga masing-masing Rp. 1 juta per bulan.

Di Google, dengan anggaran iklan Rp. 1 juta per bulan, Anda akan mendapatkan sekitar 1000 pengunjung website per bulan, dengan jangkauan pemirsa puluhan ribu pengguna produk Google secara tertarget.

Iklan dapat Anda targetkan lokasi, usia, gender, kata kunci, minat, apa yang sedang sering merkea cari dan tingkat penghasilan.

Bagaimana Memulainya? 

Anda dapat mengerjakan semuanya sendiri dengan membeli domain dan hosting. Gunakan domain dot.com agar lebih mudah terindeks dan diingat orang banyak.

Dalam memilih server hosting, utamakan memilih managed cloud hosting yang lebih terjaga keamanan, kecepatan, dan kelancaran akses website Anda.

Anda dapat memulai semuanya dengan menghubungi RumahEdi.Com untuk membuat website landing page ataupun full website (cocok untuk kelompok agen properti) dengan biaya hanya Rp. 3.5 jt saja. Selanjutnya untuk iklan di Google dapat Anda serahkan juga ke RumahEdi.Com.

 

Pin It on Pinterest

Share This